Hadiah istimewa untuk orang yang istimewa

Pernah tidak membayangkan dapat hadiah spesial dari orang yang sangat kamu sayang ? atau sebaliknya memberikan hadiah spesial buat orang yang sangat special di hatimu ?
Misalnya saja dari Pacar, Sahabat, atau dengan Keluarga tersayang. Pasti semua orang pernah merasakan hal itu. Tapi, pernah juga tidak kamu berpikir “dia suka nggak ya, kalo aku kasi’ kado ini?”.

Nah, sebelum kamu memutuskan hadiah apa yang cocok untuknya, kamu harus memperhatikan beberapa hal berikut biar tidak bingung saat memilih hadiah yang tepat untuk orang yang kamu sayang.


1. Kamu harus kenali dia lebih dalam, dengan memperhatikan kesehariannya atau mencari tahu hal-hal yang dia senangi.

2. Pikirkan hadiah apa yang cocok untuknya. Pasti sangat sulit memang, mungkin kamu bisa menanyakannya langsung tapi dengan catatan harus dengan pertanyaan yang tanpa dia sadari kalau sebenarnya hadiah itu untuknya. Kejutan istimewa tentu akan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan.


3. Kamu harus memahami dengan benar alasan kamu memberinya hadiah. Misalnya, karena habis marahan dengan pacar, sebagai permintaan maaf kamu berikan sesuatu yang bisa membuat dia tersenyum kembali.

4. Pikirkan bagaimana mengemas hadiah tersebut sehingga kelihatan berkesan bagi yang menerimanya. Tambahkan kartu ucapan dengan kata-kata indah, biar terkesan lebih istimewa.

5. Kamu harus tahu pada saat apa saja yang sesuai untuk memberi dia hadiah. Misalnya, saat pacarmu sedih, kamu bisa menghibur dia atau mengajak dia jalan-jalan ke tempat yang bisa membuatnya melupakan kesedihannya.

Jadi, mulai sekarang kamu tidak akan kebingungan mencari hadiah spesial untuk orang yang spesial kan ?



Read More......

Sepenggal Kisah

Cerita punya cerita , aku punya cerita .. (maksudnya??!!) ‘hehehe..., cerita cinta sepasang anak manusai yang terjebak dalam angkuhnya kehidupan dunia, gini nih.ceritanya..

Ada sepasang muda-mudi yang saling menyayangi satu sama lain. Awalnya mereka tidak menyangka akan saling jatuh cinta. Tak ada niat, semuanya berjalan seiring waktu yang berputar.

Bila Tuhan yang telah berkehendak maka jadilah. Sampai keduanya menyadari kalau mereka memang seakan telah ditakdirkan oleh Tuhan untuk dipertemukan dalam waktu yang tak diduga. Akhirnya, mereka pun mengikat janji setia.

Awal-awal jalinan asmara mereka mulus tanpa seka. Disaat-saat mereka sudah merasa saling dekat satu sama lain, muncullah satu kerikil tajam dihadapan mereka.

Kisah-kasih mereka ditentang oleh pihak wanita. Hanya satu perkara hukum adat yang sudah ada sejak ratusan tahun silam. Sang ayah menentang hubungan putrinya dengan lelaki yang sangat dicintainya hanya karena sepenggal gelar yang disandang sang lelaki. Dan dengan alasan mempertimbangkan kebahagiaan putri dan keturunannya kelak

Alasannya:

“Apabila putriku menikah dengan laki-laki keturunan Karaeng (dalam adat Bugis Makassar), maka jika kelak ia melahirkan seorang anak perempuan, ia (anak perempuan itu) tidak boleh menikah diluar dari hukum adat yang berlaku, yaitu seorang anak perempuan keturunan “Karaeng” harus menikah dengan lelaki dari keturunan yang sama”.

Tentu saja hal itu membuat pasangan yang saling mencintai itu jadi sedikit terpukul.
Namun hal itu tidak menggoyahkan kekuatan cinta mereka. Hubungan mereka terus berlanjut, seolah ingin membuktikan bahwa cinta tak sekedar kata khiasan yang membingkai kehidupan manusia.

Tapi, cinta harus bisa menyatukan perbedaan & meruntuhkan keegoisan. Mereka meyakini bahwa Tuhan yang mempertemukan mereka & menganugerahkan perasaan Cinta diantaranya,
maka hanya Tuhan pula yang sanggup memisahkan mereka.

Cerita cinta yang cukup menyita sedikit perhatian kita, Apakah cinta mereka bisa
mencapai titik kebahagiaan tanpa harus ada yang merasa dikorbankan ?

Menurut para blogger, bagaimana pandangan kamu semua tentang hukum adat yang harus dilalui oleh pasangan tersebut ?

Read More......

Selamat Hari Raya Idul Adha 1429H


Walaupun Perayaan Idul Adha sudah lewat 2 Hari, tapi suasananya masih terasa sampai hari. Tentu saja karena masih ada sisa daging Qurban di dalam kulkas, masih ada menu special Coto Makassar, Konro, Ketupat, dan kawan-kawannya.

Nah, Tahukah kamu apa sih perayaan Idul Adha itu ? berikut ini sedikit penjelasan mengenai perayaan tersebut :

Idul Adha (atau di Malaysia dan Singapura, Hari Raya Haji, bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim.


Penetapan Idul adha
Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:

«اَلْحَجُّ عَرَفَةُ»

Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah. (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, al-Baihaqi, ad-Daruquthni, Ahmad, dan al-Hakim. Al-Hakim berkomentar, “Hadits ini sahih, sekalipun beliau berdua [Bukhari-Muslim] tidak mengeluarkannya”).

Juga sabda beliau:

«فِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَأَضْحَاكُمْ يَوْمَ تُضَحُّوْنَ، وَعَرَفَةُ يَوْمَ تُعَرِّفُوْنَ»

Hari Raya Idul Fitri kalian adalah hari ketika kalian berbuka (usai puasa Ramadhan), dan Hari Raya Idul Adha kalian adalah hari ketika kalian menyembelih kurban, sedangkan Hari Arafah adalah hari ketika kalian (jamaah haji) berkumpul di Arafah. (HR as-Syafii dari ‘Aisyah, dalam al-Umm, juz I, hal. 230).

Maka mestinya, umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan ibadah haji menjadikan penentuan hari Arafah di tanah suci sebagai pedoman. Bukan berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini. Apalagi Nabi Muhammad juga telah menegaskan hal itu. Dalam hadits yang dituturkan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali berkata, bahwa amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata:

«عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللهِ e أَنْ نَنْسُكَ لِلرُّؤْيَةِ فَإِنْ لَمْ نَرَهُ وَشَهِدَ شَاهِدَا عَدْلٍ نَسَكْنَا بِشَهَادَتِهِمَا»

Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi dan ad-Daruquthni. Ad-Daruquthni berkomentar, “Hadits ini isnadnya bersambung, dan sahih.”).

Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan kepada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana perhelatan haji dilaksanakan, untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada amir Makkah.

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1429H

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Idul_Adha

Read More......

Copyright © 2008 - aRnyCurLy - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template